Gedung Puskesmas Demangan Kota Madiun 2016

Masyarakat sehat kepuasan kami

Staf Puskesmas Demangan Kota Madiun 2016

Kami siap melayani anda dengan senyum, sapa dan ramah

Senam prolanis ceria

Program pengelolaan penyakit kronis

Apel staf Puskesmas Demangan

Mengabdi dengan sepenuh hati - berbakti untuk negeri

Menuju Puskesmas Akreditasi 2016

Senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan berkualitas kepada Masyarakat

Selasa, 25 Juli 2017

Imunisasi MR (Measles Rubella) 2017

Penyakit campak (Measles) menyebabkan : radang paru, radang otak, kebutaan, diare dan gizi buruk
Penyakit rubela menyebabkan : kelainan jantung, kelainan mata, tuli, keterlambatan perkembangan, kerusakan jaringan otak

PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR
1. Apakah penyakit campak dan rubella?
campak dan rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus.                   anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubela atau yang                       belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

2. Apa bahaya dari Peyakit ini?
Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

3.Seperti apa gejala penyakit campak dan rubella?
Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah.
Gejala penyakit rubella adalah tidak spesifik, bahkan bisa tanpa gejala. gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian. mirip dengan gejala flu.

4. Bagaimana agar terlindung dari penyakit campak dan rubella?
Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan Vaksin MR adalah pencegahan untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin mencegah 2 penyakit sekaligus

5. Apakah vaksin MR?
Vaksin MR adalah kombinasi vaksin campak/measles dan rubella untuk perlindungan penyakit campak dan rubella

6. Apakah vaksin MR aman?
Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia

7. Siapa saja yang harus mendapatkan imunisasi MR?
Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye Imunisasi MR. Selanjutnya imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1SD/sederajat menggantikan imunisasi campak.

8. Apakah imunisasi MR memiliki efek samping?
Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius jarang terjadi.

9. Apabila anak telah diimunisasi campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR?
Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi campak.

10. Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR?
Vaksin MR mencegah penyakit campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit campak, rubella dan gondongan

11. Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR?
Saat ini pemerintah memprioritaskan pengendalian campak dan rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan

12. Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR?
Ya, untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MR

13. Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?
Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme

14. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016
Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitaS) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Dalam hal ini jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya maka imunisasi hukumnya wajib.

Program Imunisasi MR ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 (PAUD/TK/SD/MI/SMP/MTS) dan bulan September 2017 dilaksanakan di posyandu.
Pastikan bahwa anak anda terlindungi dari penyakit campak dan rubella.

Program Kecacingan 2017

1. Cacingan adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing perut yang penularannya melalui tanah lalu berkembang biak dalam sistem tubuh.

2. Gejala kecacingan : lesu, mudah lelah, mudah sakit, kurang nafsu makan, badannya lebih kecil dibandingkan anak sebayanya, sulit konsentrasi belajar, gangguan saluran pencernaan, gatal di daerah dubur terutama malam hari.

3. Bahaya kecacingan : pertumbuhan fisik anak terganggu, merusak perkembangan kognitif, membatasi kemajuan pendidikan anak

4. Apa yang harus dilakukan??? yang pertama yaitu menjaga kebersihan, periksa setiap 6 bulan sekali (minum obat cacing), menyebarkan informasi di lingkungan sekitar.

5. Cara penularan : telur cacing dapat terbang dan hinggap pada makanan, larva cacing tambang dapat menembus pori-pori, gejala awal cacingan tidak terlihat, anak yang terlihat sehat dapat menderita cacingan, telur cacing dapat menginfeksi melalui tangan dan makanan tercemar, pada infeksi cacing kremi 1 orang menderita 1 keluarga dapat tertular, 1 orang dapat menderita infeksi lebih dari 1 jenis cacing.

Program kecacingan dilaksanakan pada tgl 24-31 Juli 2017 (TK/PAUD/SD) dan Bulan Agustus dilaksanakan di Posyandu bersamaan dengan Vitamin A.
Diberikan pada usia 1-12 th.
Pastikan bahwa anak anda mendapatkan obat cacing untuk mencegah kecacingan

Rabu, 21 Juni 2017

Pertemuan Lintas Sektor 15 Juni 2017








Tanggal         : 15 Juni 2017
Pelaksana     : Kepala Puskesmas, Ka.Sub. Bag.TU, Pemegang program, Camat Taman dan segenap lintas sektor wilayah kerja Puskesmas Demangan
Tujuan          : Memberikan informasi program baru kepada lintas sektor, menggalang kerjasama lintas sektor, menggalang dukungan untuk kelancaran kegiatan.

PENGUMUMAN

Dalam rangka libur dan cuti bersama hari Raya Idul Fitri Pustu Pandean, Pustu Taman dan Pustu Josenan TUTUP. Mulai hari Jumat tanggal 23 Juni s/d 2 Juli 2017.
Buka kembali tanggal 3 Juli 2017.

Pelayanan BP UMUM tetap BUKA di PUSKESMAS DEMANGAN
pada tanggal 23, 27, 28, 29 dan 30 Juni 2017.

Lomba Pustu Berprestasi







Tanggal        : 19 Juni 2017
Pelaksana     : Petugas Puskesmas Pembantu Taman dan Tim Penilai Dinas Kesehatan Madiun
Tujuan          : meningkatkan kualitas pelayanan di Puskesmas Pembantu Kota Madiun

Akselerasi Imunisasi Booster di Kelurahan Taman dan Pandean Juni 2017




Senin, 29 Mei 2017

Inovasi Kegiatan Poskeskel Pandean "WAPAGI" (Warga Pandean Berbagi) Tahun 2017








''WAPAGI'' (Warga Pandean Berbagi) adalah salah satu program kegiatan dari Poskeskel Pandan Usada Kelurahan Pandean.

''WAPAGI'' dibentuk pada bulan maret 2017 dan langsung dilaksanakan kegiatannya. Hal tersebut5 terinisiatif dari tim Poskeskel Pandan Usada yang ingin memberikan/membagikan nasi gratis dengan nilai gizi seimbang bagi warga/masyarakat yang membutuhkan.

Tujuan untuk membagikan nasi gratis dengan menu yang memenuhi gizi seimbang dengan donasi dari masyarakat

Donasi disalurkan kepada : tukang becak, petugas kebersihan, penjual koran, pengemis, pemulung, kaum dhuafa atau kaum yang membutuhkan lainnya.

Waktu pelaksanaan : hari jumat pagi
Mengingat 'hari jumat adalah hari yang terbaik bersedekah dibanding dengan sedekah dihari-hari lain, adalah seperti sedekah di Bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya'' 

Daerah penyaluran donasi antara lain :
untuk sementara sekitar kelurahan Pandean. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk kedepannya bisa mencakup kelurahan yang lain.